admin/ July 8, 2019/ narasi bapak/ 1 comments

Ditulis Bapaknya Hikam

Sudah lama ndak nulis. Jari dan otak serasa kaku. Kelu. Tanpa fafifu, kami sengaja membuat blog baru ini untuk bercerita tentang sekelumit perjalanan kami. Perjalanan seru karena ada tambahan keluarga baru. Barangkali blog ini ada faedahnya bagi yang sedang mampir kemari untuk membaca celoteh-celoteh kami.

Dua bulan setelah menikah, akhirnya, istri langsung hamil. Rasanya seneng, kaget, seru, campur aduk lah. Baru seneng-senengnya penganten baru kan, udah langsung diberi karunia dan tanggung jawab baru. Ena enanya harus dikondisikan dulu. okesip.

Beruntungnya, ketika istri hamil nggak yang minta aneh-aneh. Mabok pun tidak. Tercatat dalam ingatan yang tidak bisa divalidasi, selama hamil cuma mutah 3 kali. well done. Nyidam, pun kalau bisa dikatakan nyidam pun yang gampang dan murah. Tahu bakso, dan bakso yang banyak patinya. Kalau bakso yang banyak dagingnya malah gak suka.

Sampai disini, nikmat mana lagi yang bisa kau dustakan?

Usia janin 7 bulan, dikasih tahu oleh dokter kalau janinnya kemungkinan laki-laki. Sehat, beratnya saja yang kurang. Bertanya kanan kiri, ada yang memberi info agar istri banyak minum es krim dan minum susu Ensure. Trust me it works.

Bukan bermaksud ngiklan sih, tapi susu Ensure itu dalam kasus kami, menjadi salah satu faktor penting buat meningkatkan berat bayi dalam kandungan. Harganya memang agak mahal. Sekitar 118 rb -130 rb per 400gr kalau di toko atau apotek. Kalau di Shopee atau Tokopedia bisa lebih murah 3-5 ribu, pun masih free ongkir (jika dapet promo). Susu ini nggak terlalu sulit kok dicari, dari Indomaret, Giant, Superindo, Apotek Kimia Farma, dan Apotek K-24 ada.

Pas usia janin 32 minggu, istri merasa sering pusing. Usia kandungan segitu sudah ke dokter 2 minggu sekali. Dua kali pengecekan, tekanan darahnya tinggi terus. Akhirnya oleh dokter diminta cek urin. Hasil menunjukan positif 1 untuk protein dalam urin. Itu artinya sudah ada dua pertanda gejala dari pre-eclampsia.

Jadilah semakin waspada dan khawatir. Untuk detil soal pre-eclampsia ini biar istri saja yang menjelaskan dan nulis di post berikutnya. Intinya, kalau sudah didiagnosis p-e sudah hentikan main-main mu. Istirahat lah. Ikuti semua saran dokter.

Pada usia 38 minggu, atas saran dokter dan pilihan kami, operasi cesar dilakukan. Akhir Januari 2019, anak laki-laki pertama kami lahir. Alhamdulillah. Setelah sekian lama saya nggak nangis, akhirnya bisa nangis juga.

Bayi laki-laki tersebut kami beri nama Aksara Hikam Nararya.

It is a smile of a baby that makes life worth living

Share this Post

1 Comment

  1. Aip nangis? Pastilah HOAX

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>
*
*